Diego ‘Il principe’ Milito

3 06 2010

Ini tulisan dari seorang milanisti..tentang kejayaan saudara muda nya musim ini meraih treble winner..Dibalik kesuksesan seluruh punggawa inter terdapat dua sosok yang tidak dapat disangkal, tanpa keduanya inter mungkin tidak akan memenangkan apa-apa musim ini. Jose Mourinho, pelatih jenius terbaik yang dilahirkan di abad ini. The special one, tak usah diragukan lagi, dia mengajari bagaimana cara bertahan terbaik dengan memberikan keseimbangan efektifitas dalam menyerang.. dan untuk peran itu dia butuh seorang pemain yang bisa menjadi penentu kemenangan bagi tim.
Di saat berita transfer menghangatkan nama inter milan dengan barter striker luar biasa mereka dengan samuel eto’o plus sejumlah uang, perdebatan sempat terjadi. Inter sungguh berani melepas separuh nyawa mereka ke klub lain. Tak bisa dipungkiri, zlatan pencetak separuh gol inter, capocanonieri yg mengantar inter meraih scudetto keempat nya berturut-turut. Tapi Mou tentunya tidak buta, dia tau kebutuhan tim. Seorang ibra tak cukup untuk meraih kejayaan Eropa. Lalu apakah Eto’o sanggup? Disinilah kejeniusan seorang jose, disaat pecinta sepak bola berharap pada Eto’o, the special one punya rencana lain.
Dia berani melepas zlatan karena sebelumnya telah mendapatkan sang pemain kunci, yang kedatangannya tak terlalu menyorot media. Seorang striker murni dengan naluri pembunuh sejatinya telah ada di markas La Beneamata. Didatangkan dari klub menengah Genoa. Pengamatan jose sungguh jeli, di klub tanpa taburan bintang Real Zaragoza, Diego sanggup bersaing merebut tahta Il Pichichi dengan pesaing macam Ruud van Nistelrooy, samuel eto’o, dll. Zaragoza pun dibawanya mencicipi persaingan di eropa, setelah berhasil finish di papan tengah.
di Genoa, situasi serupa pun tercipta, dengan tanpa bintang besar, Genoa berhasil menjadi salah satu tim papan atas selayaknya masa kejayaan Serie A dengan The Magnificent Seven nya, mengisi ketiadaan parma yg sedang terdegradasi, dan lazio yg sedang terpuruk. Diego pun mencatatkan namanya di barisan atas pencetak gol terbanyak, bersaing dengan nama besar Zlatan, Totti, Di Natale, dll.
Berlabuhlah sang pangeran di pijakan berikutnya, klub besar pertama sepanjang umurnya, Inter Milan. Dibawah asuhan pelatih jenius, Diego siap mengusung kejayaannya di mata dunia.. Kecerdasan luar biasa Mou, penukaran ibra dengan Eto’o plus sejumlah uang benar-benar menguntungkan, Eto’o sesungguhnya bukanlah rencana utama Mou, dia disiapkan sebagai pelapis, dan penjaga mental tim agar tak runtuh ditinggal Ibracadabra.. Kehilangan bintang, harus ditutupi dengan kedatangan bintang, disinilah peran yg diberikan untuk Eto’o.. Sejumlah uang lebih digunakan untuk mendatangkan pemain hebat lain yang tersia-sia di klub penumpuk bintang Real Madrid. Playmaker yang siap mengatur ritme permainan dan memanjakan umpan-umpan matang. Sosok playmaker yg sudah lama menghilang dari pola pakem permainan La Beneamata,. Yupz Wesley Sneijder..
Kembali ke peran utama, Diego lah yg dipersiapkan Jose untuk menjadi aktor pembawa inter menggenggam eropa. Dia selalu terlihat dingin saat dilapangan, itu sebabnya fans Zaragoza mendampuknya dengan julukan Sang Pangeran. Julukan yg hingga kini melekat erat pada pria kelahiran Bernal 12 Juni 1979, Buenos Aires. Bagi saya diego milito layak mendapat Ballon d’or untuk musim ini mengingat pemain terbaik dunia biasanya diambil dari gelaran Piala Dunia.. Di eropa, Diego adalah yg terbaik tahun ini, bahkan dia lebih baik dari seorang Lionel Messi.
Diego memang tak bereaksi segila Messi kala menghujam gawang Arsenal dengan 4 gol luar biasanya.. Tapi Messi tak dapat berkutik saat menghadapi ketatnya pertahanan yg dibangun Inter Milan. Sebaliknya Diego tetap mampu menyumbang 1 gol kala Leg pertama menghadapi Jawara bertahan musim lalu, Barcelona. Permainan Diego tak seatraktif Messi dan CR9. Tapi jangan sangsikan keindahan gol kelas dunia yang dicetaknya.. Walaupun tanpa liukan-liukan khas tanggo maupun samba, gol Diego selalu berkelas. Penyelesaian akurat dengan ketenangan luar biasa di depan gawang.
Gol tunggal Diego mengantar gelar pertama inter musim ini lewat ajang Coppa Italia, setelah membenamkan serigala AS Roma. Dan sekali lagi lewat gol tunggalnya ke gawang Siena memastikan Inter meraih scudetto dengan menghindari hasil imbang disaat bersamaan roma menang. Puncaknya, Final liga champion melawan Bayern Muenchen.. double gol yang dia lesakkan dalam dua sentuhan shoot on target nya malam itu. Statistik yg sangat efektif, 2 shoot, 2 shoot on target, 2 gool. Luar biasa bukan.. Lihat ekspresi menggila sang pangeran saat membobol gawang bayern, satu ekspresi berbalik tak biasa dari ketenangan seorang pangeran.. Dia tau, sedang bersiap memasukan namanya dalam jajaran legenda.sebuah sejarah yang akan selalu dikenang, Inter milan kembali meraih gelar liga champion setelah menunggu 45 tahun lamanya..
Ini tahun Milito, terpilih atau tidaknya dia sebagai yang terbaik tak akan merubah penilaian saya.. Sambutlah Sang Pangeran, Diego Milito..


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: