Turnamen segitiga mini MU, Indonesia & Ritch Marriot

17 07 2009

MaU

Jakarta, 20 Juli 2009. Stadiun Utama Gelora Bung Karno Penuh sesak dengan warna merah. Dentuman serta sorakan tiada henti dari suporter klub dunia berlambang iblis, diselingi tawa riang dari anak-anak kecil menjadi gambaran hari yang ditunggu oleh insan pecinta sepakbola. Tidak lama kemudian peluit kick off pun dibunyikan. Pertandingan baru berjalan 7 menit ketika satu umpan silang dari legenda MU Ryan Giggs berhasil diselasaikan lewat sontekan ringan dari Wayne Rooney. 0-1 MU unggul. Selang 10 menit kemudian giliran ikon asia MU Park Ji Sung lewat kerjasama satu duanya dengan Rooney berhasil membobol gawang Indonesia, 0-2. Permainan kelas dunia terus tersaji. Aksi-aksi pemain Mu sulit dihadang oleh Charis Yulianto dkk.

Di menit 30 MU kembali beraksi, satu corner kick dari Giggs melengkung langsung ke arah gawang. Ferry Rotinsulu berhasil menghalaunya, bola mental keluar kotak penalti, lewat satu first time nya Michael Carrick membuat bola menghujam deras ke sudut pojok gawang, 0-3. Di penghujung babak Giliran bintang anyar MU Antonio Valencia dengan kecepatannya, memaksa Ponaryo Astaman menjatuhkannya di kotak terlarang. Eksekusi tenang Giggs membawa MU unggul 0-4.

Di babak kedua MU melakukan rotasi, sejumlah bintang mudanya diturunkan. Tapi Indonesia melakukan kejutan, 2 menit babak kedua berjalan sebuah umpan terukur khas Firman Utina berhasil melewati jangkauan Rio Ferdinand, Boaz Salossa yang lolos pun tak meyiakan peluang dengan menaklukan Ben Foster yang menggantikan Van Der Sar di babak kedua ini, 1-4. Satu umpan silang dari sisi kanan dilepaskan bek muda MU Rafael da Silva berhasil ditanduk oleh Berbatov, 1-5.  Aksi striker baru MU binaan Liverpool pun tak ingin kehilangan momen, walaupun tidak mencetak gol Owen memberikan satu assist untuk Nani di menit 80, Mu unggul 1-6.

Ketika pluit hampir berbunyi, aksi pemuda kelahiran Roma 1991, Federico Macheda menutup pesta gol MU setelah memanfaatkan umpan pemain muda lainnya Zoran Tosic. 1-7  jadi angka yang tersaji pada laga yang disaksikan jutaan pasang mata di Indonesia. Yup 1-7 yang jika diliat dari sisi berbeda menjadi 17, pertanda flashback 3 hari sebelum pertarungan ini terjadi.

Pertandingan yang seyogyanya menjadi Tur Asia MU melawan tuan rumah Indonesia All Star kedatangan tamu besar. Panitia merubah menjadi turnamen segitiga, dengan tamu undangan klub asing yang bermukim di liga domestik Indonesia, Ritz Marriot FC. Tanpa dugaan, pemain MU tidak dapat melawan ketangguhan klub yang disponsori oleh kebejatan tersembunyi Amrik sebagai dalang konspirasi terorisme terbesar di dunia.

MU yang menjadi penguasa premier league, liga champions 2008 dan kejuaraan dunia antar klub tak berdaya diluluh lantahkan lewat ledakan Ritz Marriot FC. MU saja kalah, apalagi Indonesia, yang meskipun hanya diam dan pasrah dengan sedikit menyesali juga dipecundangi Ritz Marriot FC. Menangislah suporter MU Indonesia yang gagal melihat MU menaklukan Ritz Marriot FC, sehingga MU hanya berada di posisi kedua dalam turnamen segitiga ini, diatas Indonesia All Star yang ada di posisi buncit.

Saya bukan suporter MU, jika Milan yang batal ke jakarta tentu saya akan sangat bersedih. Tapi jujur saya tetap menanti MU dapat bertanding di Jakarta. Meskipun hanya lewat layar kaca, sungguh satu kebanggan kedatangan tim sebesar Red Devils. 2007 silam kita kedatangan Bayern Muenchen yang meskipun hanya menurunkan lapis keduanya dan Borossia Dortmund yang saat itu lekat dengan nama Mladen Petric, pahlawan Kroasia yang membuat Inggris tidak lolos ke piala dunia 2006. Petric yang dijuluki Beckham nya Bundesliga pun sangat dinantikan kehadirannya di tanah air. Apalagi tim sekelas MU yang bertabur bintang, sudah pasti akan lebih dinantikan. Melihat Rio Ferdinand, Paul Scholes, Nemanja Vidic sampai pemain muda semisal Johny Evans sangat dinanti masyarakat Indonesia..

Saya turut bersedih dengan peristiwa ini. Maaf jika saya menggambarkan Indonesia kalah 1-7. Sungguh saya ingin melihat Indonesia menang, minimal menahan seri MU. Ini hanya sebagai gambaran saja. Hati-hati dengan konspirasi bom di negeri ini. Dan hati-hati dengan tuduhan Amrik akan terorisme di Indonesia.

Bravo sepakbola. Viva Manchaster United. Berkibarlah Garuda..


Actions

Information

2 responses

17 07 2009
dhany

sbenernya yg gw peduliin cm juventus man..😀
jd ga terlalu ngaruh berita nya..

18 07 2009
fanny

klo MU c g terlalu penting…
chelsea tuh baru gw sedih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: