Kerajaan Tanpa Seorang Raja

2 06 2009

mahkota

00.56 sedikit memberikan gambaran tentang waktu pagi ini.. Setidaknya begitulah waktu yg ada pada temanku satu-satunya malam ini,, Toshiba Satelite A205.. Di waktu inilah aku memulai tulisanku ini.. yang mungkin entah sampai kapan waktu ku mengakhirinya nanti.. Terlalu banyak yg ingin kutulis malam ini.. Mataku perih,, tapi hati ini belum ingin memejamkannya.. Teringat satu kalimat yang kubaca di Novel Dan Brown (Angel and demons) hari ini,, “Tidur? adakah cara yang lebih baik untuk bersantai”. Tubuhku ingin beristirahat,,tapi tampaknya tidur bukan pilihanku pagi ini..

Ini cerita tentang sebuah kerajaan,, dimana di dalamnya terdapat ratusan pemikiran..  Kerajaan yang terlihat sangat rupawan.. Tapi serupawan apapun suatu kerajaan,, tak akan pernah menjadi besar tanpa seorang Raja yang baik di dalamnya.. Pada tangan dan kekuasaan sang Raja lah nasib sebuah kerajaan ditentukan.. Seorang teman pernah berkata kepadaku,, sebuah takdir telah ditentukan.. Terlepas dari baik ataupun buruk takdir tersebut.. faktor seorang pemimpin dapat mempengaruhi goresan takdir..

Pada zaman ke khalifahan, seorang dipilih jadi pemimpin bukan karena kekuatan atau kelihaiannya menghunus sebuah pedang,, pernah ada suatu kejadian yang mengharuskan seorang panglima tangguh dipulangkan karena dia melewatkan kesempatan Shalat malam.. Begitu berpengaruhnya seorang raja (yang dalam skala lebih kecil pemimpin) dalam sebuah kerajaan (kelompok).. Pemimpin tak baik,, hancurlah keseluruhan..

Dan pagi ini Sang Raja sesungguhnya menyadarkanku (lebih tepat menghukumku).. Dan aku bersyukur hukuman ini datang lebih cepat.. Walaupun harus mengorbankan puluhan hati untuk tersakiti.. Air mata yang telah lama tak mengalir untukNya.. Harus tertumpah dan tak sanggup ku cegah.. Sungguh sulit menyatukan banyak hati,, yang terus kucari bagaimana caranya sehari kemarin.. Kesulitan yang sungguh mengaburkan tingkat kesulitan yang sebenarnya..

Mataku tersilaukan mencari solusi,, hingga menutupi dimana kesalahan itu berada.. Ya benar,, sangat sulit menyatukan banyak hati,, tapi tahukah kalian,, kesulitan yang lebih dari itu adalah mencoba memahami kesalahan ada pada diri ini.. Sampai pukul 00.00 aku tak juga menemukan solusi yang kucari.. Dan lebih satu menit dari itu,, ku tak jua temukan dimana solusi itu,, tapi kutemukan dimana masalah itu..

Ya diri ini lah masalah yang sesungguhnya.. Aku bukan raja,, karena kerajaan ini tak butuh raja,, ini sebuah kerajaan tanpa seorang raja.. Tapi untuk satu masa aku bertanggung jawab untuk semua itu.. Maaf terbesarku sungguh ku sampaikan buat Herloct.. Sungguh aku tak ingin membebaninya.. Makasih loct.. Ya, diri inilah semua masalah bersumber.. Aku yang mengusulkan untuk merubah konsep makan2 menjadi jalan2 plus makan2.. Aku yang memutuskan menerima usulan saran teman-teman untuk mempertimbangkan Taman Matahari sebagai alternatif tujuan.. Aku yg menentukan syarat yang harus ada jika ke taman matahari.. Aku yang menentukan putusan terakhir tetep ke curug sampai jam 23.30 tadi..

Dan maaf teman,, kalian semua yang harus terkorbankan.. Dengan semua putusanku.. Keputusan dari orang yang salah.. Imansyah saat ini sudah jauh berbeda.. Dia tak layak mengambil sebuah keputusan untuk orang banyak.. Dia tak lebih dari orang yang sudah lama melupakan bagaimana cara sujud yang baik.. Orang yang telah lama tidak melafadzkan ayat-ayat Nya.. Orang yang hanya memandang dari kebahagiaan duniawi nya.. Terlalu banyak lidah ini berfilosofi.. Memberikan nasihat pada orang disekitarnya.. Dan hanyalah tak lebih baik dari apa yang diperbuatnya.. Orang seperti ini tak layak kalian beri kepercayaan untuk memutuskan..

Semua yang terjadi padaku seharian ini sangatlah sempurna Dia berikan untukku.. CaraNya menghukumku sangatlah seorang Raja.. Kebijaksanaan hukuman.. Hukuman yang diberikan tidak langsung,, tapi lewat perantara kalian yang ku sayangi.. Satu-persatu orang yang berbicara denganku kemarin menyampaikan emosinya..  dan akhirnya semua memilih meninggalkanku.. Aku punya pilihan saat ini,, pergi meninggalkan kalian dan seolah tak tau apa yang terjadi hari ini.. Tapi aku telah memutuskan,, untuk tetap disamping kalian.. Membuat keputusan untuk terakhir kalinya esok pagi.. (mungkin sebagian teman baru membaca tulisan ini setelah keputusan terakhirku nanti).. Yang entah bisa menyejukkan atau semakin menghancurkan.. Hingga saat ini, aku belum tau apa yang akan kulakukan nanti.. tapi sebuah pilihan harus kuambil esok..

2 Juni 2009,, hari yang hampir sempurna untukku bersedih,, menyadari semua hidupku.. Menyaksikan satu persatu kalian pergi dengan kecewa dan marah padaku.. termasuk …. ah sudahlah.. Toh masih ada sedikit hal yang membuatku berarti hari ini.. Perkataan Kusnanto yg bilang waktu dia nonton Fiorentina vs Milan sama Edo.. Edo bilang,, pasti Iman nonton nih.. Makasih Do,, jarang ya kita bareng2 lagi.. Tapi Edo masih inget aku suka Milan.. Yang akupun sendiri lupa, kapan pernah bilang ke Edo kalo aku seorang Milanisti dan dia seorang Geek..hahaha..

Juga buat nit-nit,, yang udah memberi semangat lewat Note persahabatan.. Maaf nit,, ku tak bisa menjawab pertanyaan di YM.. Masih kacau tadi.. sekarang udah membaik.. Yang jelas besok bernyanyilah untukku lagu kerispatih yang kau janjikan di hari lalu.. ditunggu yak.. hehehe..

Teman,, maaf buat semua dosaku yg ikut menghancurkan kalian.. Maaf buat hati-hati yang telah tersakiti.. Dan sesungguhnya kita semua saling menyayangi,, hanya terkadang salah persepsi.. Andai aku menjelaskan semua ucapan kalian ke masing-masing hati.. Mungkin kalian akan mengakhirinya dengan sebuah tangis dan saling berpelukan.. Sayang aku bukan pesawat pemancar.. Tapi aku menjadi saksi untuk ungakapan rasa saling menyayangi kalian yg tak sanggup tersampaikan.. Makasih buat diah,, yang udah lelah menyiapkan konsumsi dan survey tempat curug dan Taman Matahari.. Allah tau ko apa yang diah lakuin,, ga kan sia-sia teman.. Juga buat teman-teman lain.. sayang sama kalian semua,, dan satu kehormatan bisa 3 tahun bersama kalian..

Dan tatkala kesulitan yg sesungguhnya adalah melihat kesalahan yg ada pada diri ini,, kerajaan ini masih tak butuh raja,, karena ini kerajaan tanpa seorang raja.. Kita semua raja.. dan kita semua abdi para raja.. 02.30 Tulisan ini bersiap kuakhiri.. Tidur?? Adakah cara yg lebih baik untuk bersantai.. Mungkin Dan Brown yg akan menemaniku hingga fajar nanti..

Jeroan 05


Actions

Information

2 responses

2 06 2009
Leony

Mereka mgkin akan m’Lupakan apa yg prnh kmu katakan…
Mereka mgkin akan m’Lupakan juga apa yg prnh kmu Lakukan…
Tapii,.. mereka TIDAK akan prnh Lupa bagaimana kmu m’buat mereka berarti..🙂

3 06 2009
yuli

gw ga bs berkata-kata puitis sprti yg tlah lo tulis. kalian semuaga ad yang salah koq. mungkin ini smua salah gw. emang bener klo suatu kerajaan akan mengalami kehancuran jika mempunyai raja yang salah dalam memimpin. gw minta maaf ya klo smua menjadi tidak sempurna cm gara2 kalian mempunyai ketua seperti gw. dari awal gw ga pernah mempunyai niat sedikitpun untuk menjadi seorang ketua, karena memang gw ga mempunyai jiwa sebagai ketua. gw jg minta maaf gw ga bisa mengungkapkan rasa itu kesemua orang. gw juga ga pernah menganggap diri gw sebagai ketua, gw slalu menganggap qt semua sama, tp keadaan ga bs dipungkiri. mulai sekarang qt semua sama, menjadi kerajaan tanpa raja.dan gw berharap qt akan slalu saling menyayangi satu sama lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: